Mengingatkan Mimpi pada Masa Lalu
Beberapa minggu yang lalu ada sebuah kejadian yang membuatku teringat akan masa lalu . Aku tak tahu dulu itu yang ku inginkan sebuah mimpi atau obsesi.Jadi ceritanya ,,,,,
Jam menunjukkan pukul 11.00 , pergantian jam pelajaran pun berganti.Aku sedang bermain dengan sebuah benda kecil yang ku pegang. Tiba-tiba ada sebuah nontifikasi pada bagian atas dengan simbol seperti 3 orang berbentuk animasi . Ku tekan nontifikasi tersebut dan ternyata berisi tentang materi . Lalu ada juga presensi . Ya sekarang aku masih pembelajaran jarak jauh . Yang ku lakukan mengisi presensi , kemudian melihat sekilas materi tersebut.(untuk ini jangan ditiru ya hehe 😁😁)
Aku merasa senang karena materi tersebut sudah pernah ku pelajari sebelum masuk kelas 12. Setidaknya aku tidak terlalu bingung. Dulu aku pernah iseng-iseng ikut platfrom pembelajaran online tapi yang gratis ya hehe 😂😂.Saat aku mengikuti pembelajaran di platfrom online itu jujur bingung kok materinya tidak diajarkan di sekolah. Saat gurunya bertanya kepadaku " Muslimah sudah paham ? ". Aku tersenyum sendiri saat dia bertanya kepadaku karena siswa yang lainnya aktif menjawab soal yang ia berikan. Lalu aku menjawabnya " kak materinya belum diajarkan disekolah ". Setelah membaca responku dia menyarankan kepadaku untuk memahaminya karena dia menjelaskannya dari teori dasarnya . Eits kenapa jadi bahas ini 😂🤔.
Karena baterai handphoneku sudah hampir habis , aku memutuskan untuk mengecasnya . Sembari menunggu baterai handphonenya terisi aku menuju ke ruang tamu menonton sebuah film kolosal bersama kakakku.Filmnya lumayan menarik penuh dengan drama . Hampir satu jam aku menonton film kolosal itu . Hingga akhirnya aku memutuskan untuk bangkit dari kursi yang ku duduki dan mengambil air wudhu kemudian sholat. Setelah itu memahami materi dan mengerjakan soal latihan yang diberikan oleh guru pengampu.
Ketika aku sedang konsultasi dengan guru pengampu mengenai latihan soal yang ku kerjakan lewat aplikasi chatting . Aku mendengar ada seseorang yang mengatakan " Panennya jagung kecil ya ". Kemudian aku mengarahkan wajahku ke sumber suara tersebut.Ternyata ada seorang nenek yang menggendong anak kecil , nenek tersebut sedang mengamati jagung hasil panen dari sawah yang digarap oleh kakakku . Kemudian dia mendekat kepadaku sambil membawa kresek berwarna putih yang kuamat-amati cukup berisi. Lalu ia meletakannya di samping tiang kayu . Isi dari kresek itu adalah singkong , mungkin hasil panen dari ladangnya . Aku berkata " terimakasih we" ya dia adalah siweku. Lalu ia menjawab " lagi sekolah ya mba mus " Lalu aku menjawab " iya " . Perbincangan kami terus berlanjut hingga ia berkata " Si Senja tidak sekolah lagi saat ini dia sedang membantu ibunya dirumah mba mus" Senja itu adalah cucunya . Lalu aku bertanya " kenapa tidak sekolah ?" Ia menjawab " setelah lulus sekolah dasar senja melanjutkan sekolah menengah pertama akan tetapi senja hanya mengikuti beberapa semester saja , setelah berhenti sekolah senja bekerja. Saya pinginnya dia bisa sekolah lagi tapi dia tidak mau , supaya bisa seperti anak-anak lain yang seusianya" . Aku hanya bisa diam mendengar perkataannya . Dipikiranku aku seharusnya bersyukur karena aku bisa melanjutkan pendidikan.Perbincangan kami terus berlanjut hingga anak kecil yang digendong oleh siwe meminta ingin pulang . Perbincangan kami pun berakhir.
Selepas siwe dan anak kecil yang digendongnya pulang aku mengemasi jagung hasil panen yang di jemur disekitar rumahku. Sambil memasukkan jagung kewadahnya aku teringat akan masa lalu. Selepas ku lulus sekolah SMP antara ingin masuk SMA atau SMK .
Note : Senja adalah nama samaran.
Nice post min :)
BalasHapusThank you 😊
Hapus