Warung di Pesisir pantai
Dalam tulisan kali ini aku akan berbagi sedikit bagian kisahku. Aku duduk sambil mengingat-ingat kejadian yang terjadi beberapa minggu lalu.Aku dan dia sudah tidak bertemu sebulan sebelum akhirnya kami bertemu kembali.Panggil saja namanya Aranuika.
Pagi itu saat aku membuka mataku, aku terbangun dari dunia mimpi yang mampu menidurkanku.Aku teringat aku mempunyai kegiatan dengan seseorang.Akhirnya aku beranjak dari keranjang tidurku untuk melakukan wudhu dan kemudian sholat.Selepas itu aku mengecek suatu ikon berwarna hijau yang ada di benda kecilku . "Ws otw rung Mus" itu pesan singkat darinya. (Artinya sudah berangkat belum) Lalu kujawab "Arep krudungan set". (Artinya mau memakai kerudung dulu).
Aku pun mengambil kerudung berwarna putih yang ku hanger di didekat jendela yang beberapa hari sebelumnya sudah ku cuci. Lalu ku cari masker dan mengambil 2 lembar uang berwarna kuning dan abu-abu yang berada disebuah kotak pepsodent. Kemudian aku melangkahkan kakiku ke tempat sepeda kesayanganku berada.Sebelum ku menggerakkan sepedaku dari tempatnya aku memakai masker kemudian memberi pesan singkat kepada Aranuika bahwa aku akan berangkat.
Aku mulai menggayuh sepedaku. Saat itu di jalanan masih sepi tidak ramai. Jarak rumahku dengan rumahnya lumayan jauh melewati beberapa desa.Setelah beberapa menit akhirnya aku sampai didepan rumahnya aku merasa ada yang berbeda dari saat aku ke rumahnya sebelumnya , ternyata direnovasi. Aku pun turun dari sepeda.
"Assalamualaikum, Aranuika" seruku. Kemudian aku mendengar ada jawaban dari seseorang "Waalaikumsalam Ara ini ada yang mencari".
Saat langkah kakiku hampir dekat dengan pintu rumah tinggalnya
"Owh Muslimah sini masuk aja" seru seorang ibu-ibu yang sedang duduk diruang tamu.
"Iya bu" jawabku lalu ku salami ibu tersebut.Tidak lama kemudian Aranuika keluar dengan sebuah plastik berwarna putih yang ada di salah satu dari yang ntah isinya apa.Kami pun berpamitan dengan ibu yang ada diruang tamu tersebut.
Saat kami diperjalanan kami saling berbicara untuk menghilangkan suasana akward.
"Eh Ara lo milih pembelajaran daring atau tatap muka" kataku.
"Kalau menurut ibuku sih mendingan tatap muka tapi menurut ayahku online aja" jawabnya.
"Kalau gw mendingan online sih hehe" kataku. Perbincangan kami terus berlanjut hingga tak terasa hampir sampai di parkiran .
Ketika sampai di tempat parkir yang biasa kami gunakan yaitu dibawah pohon .Ada seseorang yang memeringatkan kami "Parkir di sana aja tidak bayar kok". Kami pun memakirkan disana, turun dari sepeda ada yang berbeda dari diriku nafasku terasa sedikit sesak, penglihatanku seolah sekitarku ada berwarna biru, saat kaki melangkah terasa lemah, aku pun menopangkan tanganku dan kepalaku ke pundaknya.
"Eh lo kenapa" kata dia sedikit khawatir. Kataku "Kayakna gw mau pingsan" dengan sedikit memejamkan mataku.
"Ara masuk warung itu aja gw pingin tiduran" kataku dengan tubuh yang lebih lemas. Akhirnya kami memasuki warung itu, yang ada dipikiranku saat itu adalah istirahat.Saat masuk di toko aku langsung duduk kemudian tiduran.
"Mbak itu gambar kenapa" kata seorang penjual di warung itu.
" Sakit bu" katanya sambil memijat tanganku yang katanya terasa dingin.Dalam hatiku aku bersyukur pernah bertemu dengannya mau menolongku ketika aku dalam keadaan seperti itu.Tidak lama kemudian tubuh terasa seperti biasanya .
. " Ara kok sudah sembuh ya? " Tanyaku bingung.Rasa sakit itu seolah-olah-olah-menghilang hanya sementara singgah.
"tanyaku bingung.Rasa sakit itu seolah-olah-olah-menghilang-menghilang hanya singgah sementara.
" Lha .... Makan ini rotinya kamu pasti belum sarapan kan "katanya.
Aku pun mengambil roti tersebut." Ini kan rotimu jadi kita makan bareng-bareng ya "kataku.
" Eh nggak usah buat lo aja "serunya.
" Yaudah kalau nggak mau gw nggak mau makan juga "kataku meyakinkannya.
"Iya-iya "katanya. Aku memakan roti itu dengan segelas teh yang hangat yang disajikan oleh penjual diwarung itu.
Setelah itu kami membeli jajanan dan mulai menyusuri keindahan pantai yang ombaknya lumayan besar.Kami berbincang-bincang tentang tugas sekolah, masa depan, kegiatan selama pandemi dan lainnya.Ketika matahari sudah mulai keatas dan topik yang kami bincangkan tidak ada lagi kami memutuskan untuk pulang. Oh iya sebelum kami berpisah kami ke rumah teman kami dengan oleh-oleh tanaman hias .Dan di sebuah pertigaan yang di samping kanan dan kiri jalannya sebuah sawah disitulah kami berpisah.
Note : Aranuika itu nama samaran.
Komentar
Posting Komentar